BPOM Ingatkan Investasi Gizi dan Kesehatan Otak Kunci Generasi Emas RI

BPOM Ingatkan Investasi Gizi dan Kesehatan Otak Kunci Generasi Emas RI

Ilustrasi

**BPOM** dengan tegas menyuarakan satu hal mendasar: investasi pada gizi dan kesehatan otak sejak dini bukan lagi pilihan melainkan keharusan strategis. Badan Pengawas Obat dan Makanan ini melihat bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan bergantung pada fondasi nutrisi yang kokoh saat ini. Oleh karena itu, kita semua harus bergerak bersama, mulai dari keluarga, tenaga pendidik, hingga industri pangan, untuk memahami urgensi ini. Tanpa kesadaran kolektif, target Generasi Emas 2045 hanyalah wacana semu.

Selanjutnya, **BPOM** menekankan bahwa kesehatan otak berkaitan erat dengan asupan mikronutrien yang spesifik. Zat besi, yodium, zinc, dan asam lemak esensial seperti DHA merupakan komponen krusial yang mendukung perkembangan kognitif. Ironisnya, banyak produk pangan olahan di pasaran justru mengandung tinggi gula, garam, dan lemak jenuh yang dapat menghambat fungsi optimal otak. Maka dari itu, pengawasan dan edukasi yang dilakukan **BPOM** menjadi garda terdepan dalam melindungi generasi penerus dari ancaman malnutrisi tersembunyi.

Memahami Peran Strategis BPOM dalam Rantai Kecerdasan

Pertama-tama, kita harus mengakui bahwa peran **BPOM** tidak hanya sebatas regulator. Lebih dari itu, lembaga ini bertindak sebagai katalisator perubahan perilaku masyarakat. Melalui berbagai regulasi tentang label pangan, **BPOM** memaksa produsen untuk lebih transparan mengenai kandungan produknya. Akibatnya, konsumen memiliki kuasa untuk memilih makanan yang benar-benar mendukung perkembangan otak, bukan sekadar mengenyangkan perut. Ini adalah langkah awal yang sangat konkret dalam membangun ekosistem gizi yang sehat.

Sementara itu, tantangan besar muncul dari maraknya makanan ultra-proses yang mudah ditemukan di setiap sudut kota. Tanpa intervensi yang ketat, anak-anak akan terus-menerus terpapar zat aditif yang berpotensi mengganggu konsentrasi dan memori. Karena itu, **BPOM** gencar melakukan sosialisasi tentang pentingnya membaca label nutrisi. Transisi menuju pola makan alami dan seimbang memang sulit, tetapi bukan mustahil. Setiap hari, para orang tua harus disiplin menyediakan menu yang kaya akan sayuran, buah-buahan, dan protein berkualitas.

Dampak Nyata Kekurangan Gizi terhadap Otak Anak Bangsa

Tanpa ragu, kekurangan zat besi pada masa emas pertumbuhan dapat menyebabkan penurunan IQ hingga beberapa poin. Kondisi ini lalu berlanjut pada kemampuan belajar yang rendah, produktivitas yang menurun, dan pada akhirnya menghambat daya saing bangsa di kancah global. **BPOM** mencatat bahwa prevalensi anemia pada remaja masih memprihatinkan. Oleh sebab itu, program fortifikasi pangan dan kampanye Isi Piringku harus terus digalakkan. Kita tidak bisa membiarkan generasi ini tumbuh dalam keadaan kognitif yang kelaparan.

Lebih jauh lagi, kesehatan otak bukan hanya soal akademis. Anak-anak yang kekurangan nutrisi optimal cenderung mudah stres, sulit mengendalikan emosi, dan memiliki tingkat kecemasan tinggi. Hal ini secara langsung berdampak pada kualitas interaksi sosial dan kesejahteraan mental. Maka, **BPOM** mengajak semua pihak untuk melihat gizi sebagai investasi kesehatan mental jangka panjang. Dengan tubuh yang sehat dan otak yang berfungsi baik, anak-anak akan tumbuh menjadi individu yang tangguh, kreatif, dan inovatif.

Langkah Nyata yang Bisa Kita Ambil Bersama BPOM

Untuk merealisasikan visi besar ini, Kesadaran publik harus meningkat pesat. Pertama, mari biasakan diri untuk selalu memeriksa komposisi produk sebelum membeli. Kedua, batasi konsumsi gula harian hingga maksimal empat sendok makan. Ketiga, jadikan aktivitas fisik sebagai rutinitas keluarga, olahraga teratur meningkatkan aliran darah ke otak. **BPOM** menyediakan banyak sumber informasi terpercaya tentang gizi seimbang. Manfaatkan platform digital resmi mereka untuk mengetahui rekomendasi produk yang aman dan bergizi.

Selanjutnya, kita juga harus mendorong sektor industri untuk berinovasi menciptakan pangan fungsional. Dengan begitu, makanan ringan kemasan tidak lagi menjadi musuh tetapi dapat disulap menjadi pembawa nutrisi penting. **BPOM** berperan dalam mempercepat proses registrasi produk inovatif yang berkualitas. Intinya, mari berdayakan ekonomi sirkular di bidang pangan. Investasi pada riset dan pengembangan produk sehat pasti akan menghasilkan keuntungan ganda: kesehatan masyarakat dan nilai ekonomi.

Kita sedang berbicara tentang masa depan bangsa, bukan hanya soal hari ini. Oleh karena itu, setiap keputusan konsumsi adalah keputusan investasi untuk generasi emas. – Pernyataan dari advokasi **BPOM**.

Sinergi Pendidikan dan Gizi: Fondasi Generasi Emas

Dalam perspektif yang lebih luas, program sekolah harus mengintegrasikan kurikulum tentang gizi. Anak-anak perlu diajarkan sejak dini bagaimana makanan mempengaruhi otak dan tubuh mereka. Guru, sebagai pendidik, harus menjadi teladan dalam membawa bekal makanan sehat ke sekolah. Dengan demikian, **BPOM** menegaskan bahwa pendidikan gizi sama pentingnya dengan matematika atau sains. Kolaborasi antara Kementerian Pendidikan dan **BPOM** sangat diperlukan, dan hasilnya akan optimal bila orang tua terlibat aktif.

Apabila kita menilik negara-negara maju, mereka telah lebih dahulu menyadari bahwa kecerdasan suatu bangsa ditentukan oleh kualitas sarapan pagi anak-anaknya. Oleh karena itu, kita perlu mengubah paradigma bahwa makanan enak selalu identik dengan makanan mahal atau tidak sehat. Justru makanan lokal seperti tempe, ikan teri, dan sayuran hijau memiliki kandungan gizi yang luar biasa. **BPOM** membantu memastikan bahwa bahan-bahan lokal ini terbebas dari bahan kimia berbahaya. Dengan begitu, kita bisa memaksimalkan potensi alam Indonesia untuk membangun otak generasi penerus.

Menjauhi Mitos dan Fokus pada Fakta Ilmiah

Banyak orang tua sering terkecoh dengan klaim produk yang belum tentu akurat. Melalui berbagai saluran, **BPOM** selalu mengingatkan agar kita berhati-hati terhadap suplemen otak yang tidak memiliki izin edar. Alih-alih membeli produk instan, biasakanlah mengonsumsi makanan utuh yang alami. Berbagai studi menunjukkan bahwa pola makan mediterania atau Jepang memiliki efek positif bagi fungsi kognitif. Jadi, kita tidak perlu mencari solusi yang rumit; solusi terbaik selalu datang dari dapur kita sendiri dengan bahan-bahan segar.

kemudian, hal penting lainnya adalah menjaga asupan cairan. Dehidrasi ringan saja dapat menyebabkan sakit kepala dan penurunan fokus. Pastikan anak-anak minum air putih yang cukup setiap hari, minimal delapan gelas. Hal ini sering terlupakan padahal sangat fundamental. **BPOM** juga mengingatkan untuk membatasi minuman manis kemasan yang tinggi fruktosa. Fruktosa berlebihan dapat mengganggu sinyal rasa lapar di otak, sehingga membuat kita cenderung makan berlebihan. Untuk itu, mari biasakan diri untuk membawa botol minum sendiri ke mana pun pergi.

Kebijakan Strategis yang Harus Diperkuat oleh BPOM

Di sisi regulasi, seharusnya **BPOM** lebih tegas dalam menerapkan aturan front-of-pack labeling (label pada bagian depan kemasan). Hal ini memudahkan konsumen melihat informasi gizi secara sekilas. Sebagai contoh, penerapan label Tinggi Gula atau Tinggi Garam dengan warna merah akan membantu orang tua membuat keputusan yang cepat dan tepat. Meski adanya penolakan dari industri, tetapi untuk kepentingan publik yang lebih besar, regulasi ini harus segera diimplementasikan. Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang jelas dan jujur tentang apa yang mereka makan.

Terakhir, **BPOM** tidak dapat bekerja sendiri. Perlu adanya gerakan nasional yang melibatkan semua elemen, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan influencer. Pesan tentang pentingnya investasi gizi harus digaungkan melalui berbagai bahasa dan pendekatan budaya. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, kita yakin dapat melahirkan generasi emas Indonesia yang tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di kancah dunia. Mulai hari ini, mari kita semua berkomitmen untuk membuat pilihan yang lebih cerdas untuk otak kita dan anak-anak kita.

Kunjungi laman BPOM untuk informasi lebih lanjut tentang keamanan pangan dan gizi. Serta situs BPOM lainnya yang menyediakan berbagai artikel kesehatan. Sumber pengetahuan umum juga dapat diakses melalui Wikipedia untuk memahami lebih dalam tentang nutrisi dan perkembangan otak.

Baca Juga:
Pelari Marathon Wajib Tahu 4 Warna Bendera WBGT

BPOM Ungkap Obat Alam Ilegal Marak Online Picu Jantung

Ratusan Produk Herbal Mengandung Bahan Kimia Obat Terlarang

Obat alam ilegal yang marak di jual online terus menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI secara konsisten mengungkap produk-produk herbal berbahaya yang mengandung bahan kimia obat (BKO) terlarang. Sepanjang 2025 hingga awal 2026, BPOM menemukan puluhan hingga ratusan produk obat bahan alam (OBA) yang sengaja di campur zat kimia berbahaya oleh produsen nakal.

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar menegaskan bahwa produsen ilegal sengaja mencampurkan BKO ke dalam produk herbal untuk memberikan efek instan yang menyesatkan konsumen. Mereka sama sekali tidak memedulikan dampak jangka panjang bagi kesehatan pengguna. Modus penjualan produk-produk ini pun semakin bervariasi, mulai dari toko daring, media sosial, hingga jalur distribusi tersembunyi.

Selain itu, BPOM juga mencatat bahwa mayoritas produk ilegal ini menargetkan konsumen yang mencari solusi cepat untuk masalah kesehatan tertentu. Produk penambah stamina pria, pelangsing tubuh, dan pereda pegal linu menjadi tiga kategori yang paling banyak di susupi BKO berbahaya.

Operasi Gabungan Bongkar Gudang Obat Ilegal Miliaran Rupiah

BPOM melalui Balai Besar POM di Jakarta bersinergi dengan Polda Metro Jaya membongkar sebuah gudang sediaan farmasi ilegal berskala besar pada 30 Oktober 2025. Tim gabungan menemukan gudang tersebut di Komplek Villa Arteri, Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Gudang ini ternyata sudah beroperasi selama empat tahun tanpa terdeteksi.

Dari operasi tersebut, petugas menyita barang bukti senilai total Rp2,74 miliar. Secara rinci, tim menemukan 65 item dengan jumlah 9.077 kemasan sediaan farmasi ilegal. Mayoritas temuan merupakan produk obat kuat pria dengan klaim penambah stamina yang mengandung BKO sildenafil dan turunannya.

Rincian temuan terdiri dari 15 item obat tanpa izin edar (TIE) senilai Rp1,4 miliar, kemudian 29 item obat bahan alam TIE yang mengandung BKO senilai Rp770 juta, serta 21 item suplemen kesehatan TIE senilai Rp551 juta. Beberapa produk yang di temukan antara lain Black Ant King, Maxman Tablet, DR LSW, dan Black Gorilla.

Taruna Ikrar menegaskan bahwa pengungkapan ini membuktikan sinergi nyata antara BPOM dan aparat penegak hukum. Ia menyebut langkah ini merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan yang memberikan BPOM tugas dan fungsi penindakan.

Daftar Produk Herbal Berbahaya yang Wajib Di waspadai

BPOM secara rutin merilis daftar produk obat bahan alam berbahaya setiap bulannya. Pada periode pengawasan April 2025, BPOM menguji 226 produk herbal yang beredar di pasaran. Hasilnya, sebanyak 15 produk terbukti positif mengandung BKO. Dari jumlah tersebut, 12 produk tidak memiliki izin edar atau menggunakan nomor izin fiktif, sedangkan 3 produk lainnya sudah kehilangan izin edar karena BPOM mencabutnya.

Kemudian pada Juni 2025, BPOM kembali menemukan 15 produk obat tradisional yang di campur BKO. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan produk-produk ini mengandung sildenafil sitrat sebagai bahan dominan. Beberapa produk yang masuk daftar hitam antara lain Bubalus yang mengandung nortadalafil, Linzi Don Mai Dan yang mengandung klorfeniramin maleat, serta Sultan yang mengandung deksametason dan parasetamol dengan nomor izin edar fiktif.

Selanjutnya pada Februari 2026, BPOM mengidentifikasi sembilan produk herbal ilegal terbaru yang beredar dengan berbagai klaim mulai dari pelangsing, peningkat stamina pria, pereda pegal linu, hingga obat gejala kencing manis. Temuan terbaru ini semakin mempertegas bahwa peredaran obat alam ilegal tidak pernah surut meskipun penindakan terus di lakukan.

Sildenafil dan Sibutramin: Dua Bahan Kimia Paling Banyak Di temukan

Obat alam ilegal yang beredar di Indonesia di dominasi oleh dua jenis BKO yang sangat berbahaya, yakni sildenafil dan sibutramin. Sildenafil sitrat merupakan zat aktif dalam obat keras yang dokter gunakan khusus untuk menangani disfungsi ereksi. Zat ini hanya boleh di konsumsi dengan resep dokter karena memiliki efek samping serius terhadap sistem kardiovaskular.

Sementara itu, sibutramin merupakan bahan aktif yang banyak negara sudah menarik dari peredaran karena kontribusinya terhadap peningkatan risiko serangan jantung dan stroke. Namun produsen ilegal justru mencampurkan sibutramin ke dalam produk pelangsing untuk memberikan efek penurunan berat badan secara instan.

Selain kedua zat tersebut, BPOM juga menemukan berbagai BKO lain dalam produk herbal ilegal. Tadalafil dan nortadalafil kerap muncul dalam produk penambah stamina. Deksametason yang merupakan obat golongan kortikosteroid juga sering ditemukan dalam produk pereda nyeri. Parasetamol, fenilbutazon, dan natrium di klofenak turut menjadi campuran umum dalam produk jamu pegal linu ilegal.

Produk pelangsing seperti Fix Slim Super Booster dan Hendel Editor Green Coffee Bean Extract terbukti mengandung sibutramin. Sementara itu, produk Slimy Pink mengandung bisakodil, yakni obat pencahar yang bisa menyebabkan dehidrasi dan gangguan elektrolit jika di konsumsi sembarangan. Kapsul Butet-S dan Kopi Mandalika juga terbukti mengandung sildenafil dan tadalafil sekaligus.

Bahaya Fatal: Serangan Jantung hingga Kematian

Obat alam ilegal mengandung BKO menimbulkan risiko kesehatan yang sangat serius bagi konsumen. Taruna Ikrar menjelaskan secara gamblang bahwa efek samping dari penggunaan sildenafil atau turunannya secara tidak tepat sangat berbahaya. Konsumen bisa mengalami kehilangan penglihatan dan pendengaran, nyeri dada hebat, serta pembengkakan pada wajah.

Lebih berbahaya lagi, penggunaan produk-produk ini tanpa pengawasan medis berpotensi memicu stroke, serangan jantung, dan bahkan kematian. Risiko ini meningkat drastis ketika konsumen memiliki riwayat penyakit jantung, tekanan darah tinggi, atau sedang mengonsumsi obat-obatan lain yang berinteraksi negatif dengan BKO tersebut.

Kepala BPOM juga memperingatkan bahwa gangguan kardiovaskular bukan satu-satunya ancaman. Konsumsi produk herbal mengandung BKO juga bisa memicu gangguan penglihatan permanen, gangguan mental, penurunan imunitas tubuh, kerusakan hati dan ginjal, serta kerusakan organ dalam jangka panjang. Semua risiko ini menjadi sangat nyata karena konsumen tidak mengetahui kandungan sebenarnya dari produk yang mereka konsumsi.

Khusus untuk produk yang mengandung deksametason, konsumsi jangka panjang tanpa pengawasan medis bisa memicu penurunan daya tahan tubuh secara drastis, gangguan hormon serius, hingga kerusakan organ yang sulit dipulihkan. Efek ini semakin berbahaya karena banyak konsumen mengonsumsi produk herbal setiap hari dalam jangka waktu lama dengan keyakinan bahwa produk tersebut aman karena berlabel alami.

Modus Penjualan Online yang Semakin Canggih

Peredaran obat alam ilegal saat ini memanfaatkan platform digital sebagai kanal utama distribusi. Produsen nakal memasarkan produk mereka melalui marketplace, media sosial, hingga aplikasi pesan singkat. Mereka menggunakan testimoni palsu, foto before-after yang menyesatkan, serta klaim khasiat berlebihan untuk menarik minat konsumen.

Taruna Ikrar mewanti-wanti masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih obat tradisional yang beredar karena modus penjualan semakin bervariasi. Para penjual online kerap mengemas produk ilegal dengan tampilan menarik dan profesional sehingga sulit dibedakan dari produk legal. Mereka juga sering mencantumkan nomor izin edar fiktif untuk menipu konsumen yang kurang teliti.

Tidak hanya itu, beberapa produsen bahkan menggunakan nama-nama yang mirip dengan produk herbal terkenal untuk mengecoh pembeli. Strategi ini sangat efektif menjaring konsumen yang terburu-buru membeli tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu. Harga yang jauh lebih murah dibandingkan produk resmi juga menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang tidak menyadari bahaya di balik tawaran menggiurkan tersebut.

Jalur distribusi tersembunyi juga menjadi tantangan tersendiri bagi BPOM dalam memberantas peredaran obat ilegal. Banyak penjual yang beroperasi secara tertutup melalui grup-grup eksklusif di media sosial atau aplikasi pesan. Mereka berpindah-pindah akun dan platform untuk menghindari pelacakan dari otoritas.

Kategori Produk yang Paling Rawan Dicampur BKO

Berdasarkan temuan BPOM sepanjang 2025 hingga 2026, setidaknya empat kategori produk herbal paling rentan terhadap pencampuran BKO. Kategori pertama dan paling dominan adalah produk penambah stamina pria. Produsen ilegal mencampurkan sildenafil, tadalafil, atau turunannya untuk memberikan efek instan yang membuat konsumen merasa produk tersebut ampuh.

Kategori kedua adalah produk pelangsing tubuh. Produsen nakal menyisipkan sibutramin atau bisakodil agar konsumen merasakan penurunan berat badan secara cepat. Padahal efek tersebut sangat membahayakan organ tubuh dan bisa menimbulkan komplikasi serius dalam jangka panjang.

Kategori ketiga meliputi produk pereda pegal linu dan asam urat. BPOM kerap menemukan kandungan deksametason, parasetamol, fenilbutazon, dan natrium diklofenak dalam jamu-jamu tradisional yang diklaim alami. Konsumen merasakan efek pereda nyeri secara instan tanpa menyadari bahwa mereka sebenarnya mengonsumsi obat keras tanpa dosis yang tepat.

Kategori keempat adalah produk dengan klaim mampu mengatasi gejala kencing manis atau diabetes. Produk dalam kategori ini juga sering mengandung BKO yang seharusnya hanya digunakan di bawah pengawasan dokter. Konsumen diabetes yang mengandalkan produk herbal ilegal ini berisiko mengalami komplikasi serius karena tidak mendapat penanganan medis yang tepat.

Cara Cerdas Membedakan Produk Legal dan Ilegal

BPOM mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa izin edar produk sebelum membeli dan mengonsumsi obat bahan alam. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengecek nomor registrasi produk melalui situs resmi BPOM atau aplikasi BPOM Mobile. Setiap produk legal wajib mencantumkan nomor izin edar yang valid dan bisa diverifikasi.

Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai produk yang menjanjikan khasiat instan atau hasil drastis dalam waktu singkat. Produk herbal asli umumnya bekerja secara bertahap dan tidak memberikan efek secepat obat kimia. Jika sebuah produk herbal memberikan efek yang sangat cepat, besar kemungkinan produk tersebut mengandung BKO.

Konsumen juga harus mencermati kemasan produk secara teliti. Produk legal memiliki label yang jelas mencantumkan komposisi lengkap, tanggal kedaluwarsa, nama dan alamat produsen, serta nomor izin edar. Sebaliknya, produk ilegal sering kali memiliki label yang tidak lengkap, menggunakan bahasa asing tanpa terjemahan, atau mencantumkan informasi yang tidak konsisten.

Harga juga bisa menjadi indikator penting. Produk herbal legal yang sudah melalui proses pengujian dan sertifikasi memiliki biaya produksi tertentu yang tercermin dalam harganya. Jika sebuah produk dijual dengan harga jauh di bawah pasaran, konsumen perlu mempertanyakan keaslian dan keamanannya.

Langkah Tegas BPOM Berantas Peredaran Obat Ilegal

BPOM terus menggencarkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat alam ilegal di Indonesia. Lembaga ini rutin melakukan uji sampling terhadap produk-produk herbal yang beredar di pasaran, baik di toko fisik maupun platform online. Setiap bulan, BPOM merilis daftar produk berbahaya yang harus dihindari masyarakat.

Tindakan yang BPOM ambil meliputi penyegelan dan penertiban fasilitas produksi, distribusi, hingga ritel yang terlibat dalam peredaran produk berbahaya. Selain itu, BPOM juga melakukan penarikan produk dari pasaran, pemusnahan barang bukti, pemberian peringatan, serta pencabutan izin edar bagi produk yang melanggar ketentuan.

Sinergi dengan aparat penegak hukum juga semakin diperkuat. Operasi gabungan antara BPOM dan kepolisian terbukti efektif membongkar jaringan distribusi obat ilegal berskala besar. Namun Taruna Ikrar mengakui bahwa tantangan pemberantasan masih sangat besar mengingat pesatnya pertumbuhan perdagangan online yang mempermudah distribusi produk ilegal.

Peran Aktif Masyarakat Jadi Kunci Pemberantasan

Masyarakat memegang peran kunci dalam memutus rantai peredaran obat alam ilegal di Indonesia. Taruna Ikrar mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas yang tidak mudah tergiur oleh janji khasiat instan atau promosi yang menyesatkan.

Setiap orang bisa berkontribusi dengan melaporkan produk mencurigakan kepada BPOM melalui kanal pengaduan resmi. Informasi dari masyarakat sangat membantu BPOM dalam melacak dan menindak jaringan distribusi obat ilegal yang beroperasi secara tersembunyi.

Edukasi kepada keluarga dan lingkungan sekitar juga sangat penting. Banyak konsumen, terutama di kalangan masyarakat ekonomi menengah ke bawah, yang masih percaya bahwa semua produk berlabel herbal atau alami pasti aman dikonsumsi. Padahal kenyataannya, banyak produk herbal ilegal justru mengandung bahan kimia obat keras yang bisa mengancam nyawa.

Kesehatan merupakan aset paling berharga yang harus dijaga dengan cara bijak. Memilih produk kesehatan yang legal, aman, dan berkualitas bukan sekadar kewajiban melainkan bentuk perlindungan diri dan keluarga dari ancaman obat alam ilegal yang terus mengintai di balik layar ponsel dan etalase toko daring.