Kenali Ciri Kurma Mengandung Sirup Glukosa Jelang Ramadan

Ciri kurma mengandung sirup glukosa menjadi topik yang ramai di perbincangkan di media sosial menjelang Ramadan 2026. Seorang warganet di platform X menemukan produk kurma kemasan yang pada label komposisi aslinya mencantumkan sirup glukosa, namun label berbahasa Indonesia hanya menyebutkan buah kurma.

Temuan ini langsung memicu kekhawatiran banyak netizen. Pasalnya, kurma merupakan buah yang kerap di konsumsi saat berbuka puasa, dan penambahan sirup glukosa dapat memengaruhi kadar gula darah terutama bagi penderita diabetes.

Lantas bagaimana membedakan kurma alami dengan kurma yang mengandung sirup glukosa? Para pakar teknologi pangan dari IPB, dokter spesialis, hingga BPOM turut angkat bicara untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat.

Awal Mula Kehebohan di Media Sosial

Kehebohan bermula dari unggahan akun X bernama SeputarTetangga pada Kamis 19 Februari 2026. Akun tersebut mengunggah tangkapan layar label komposisi sebuah produk kurma kemasan yang memperlihatkan perbedaan mencolok antara label asli dan label terjemahan.

Label asli produk mencantumkan beberapa bahan selain kurma, termasuk glucose syrup dan conservative E202. Namun label tambahan berbahasa Indonesia hanya mencantumkan satu bahan yaitu buah kurma. Perbedaan ini menimbulkan pertanyaan besar di kalangan netizen.

Unggahan itu dengan cepat menjadi viral dan memunculkan berbagai pertanyaan. Banyak warganet yang bertanya apakah sirup glukosa memang secara alami terkandung dalam kurma atau merupakan bahan tambahan yang sengaja di campurkan oleh produsen.

Diskusi semakin meluas ketika warganet mulai memeriksa label kemasan kurma yang mereka beli di rumah. Beberapa netizen menemukan bahwa produk kurma yang selama ini mereka konsumsi ternyata juga mengandung sirup glukosa.

Fungsi Sirup Glukosa pada Kurma

Fungsi sirup glukosa pada kurma ternyata bukan sekadar menambah rasa manis. Pakar Teknologi Pangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Nuri Andarwulan, menjelaskan bahwa penambahan sirup glukosa umumnya bertujuan untuk membuat kurma menjadi lebih lembap, teksturnya lebih empuk, serta memberikan rasa yang lebih manis.

Selain itu, sirup glukosa juga berfungsi memperpanjang umur simpan kurma. Glukosa menurunkan jumlah air bebas dalam buah sehingga jamur dan mikroba yang paling mudah tumbuh di kurma dapat di hambat pertumbuhannya.

Prof Nugraha Edhi Suyatma, juga dari IPB, menambahkan bahwa penambahan sirup glukosa umumnya bukan untuk menambah rasa manis semata. Tujuan utamanya justru untuk memperbaiki visual kurma agar lebih menarik di mata konsumen.

Penambahan sirup glukosa dapat meningkatkan daya tarik visual kurma dengan kualitas lebih rendah sehingga konsumen lebih tertarik membelinya dengan harga terjangkau. Biaya sirup glukosa sendiri relatif rendah, sehingga produsen dapat meningkatkan nilai jual produk bermutu rendah.

Penampakan Kurma yang Mengandung Sirup Glukosa

Penampakan kurma yang mengandung sirup glukosa memiliki beberapa perbedaan yang bisa di kenali secara visual. Sirup glukosa memberikan efek mengkilap pada permukaan kurma sehingga tampak lebih segar dan menarik perhatian calon pembeli.

Kurma dengan tambahan sirup glukosa biasanya terlihat lebih lembap dan basah di bandingkan kurma alami. Permukaannya tampak berkilau seolah di lapisi cairan gula yang membuat tampilannya sangat menggoda.

Selain itu, sirup glukosa membantu mempertahankan kelembapan permukaan sehingga kulit kurma tidak mudah retak atau pecah. Kurma alami yang di simpan dalam waktu lama biasanya mengalami sedikit pengeringan pada kulitnya, namun kurma dengan sirup glukosa tetap terlihat lembap.

Warna kurma bersirup glukosa juga cenderung lebih seragam dan mengkilap di bandingkan kurma alami. Jika kurma terlihat sangat mengkilap dan memiliki lapisan lengket yang berlebihan di permukaannya, besar kemungkinan kurma tersebut mengandung tambahan sirup glukosa.

Rasa dan Tekstur yang Berbeda

Rasa kurma yang mengandung sirup glukosa memiliki karakteristik yang cukup khas dan berbeda dari kurma alami. Prof Nuri Andarwulan menjelaskan bahwa kandungan gulanya lebih tinggi sehingga rasanya terasa lebih manis dari biasanya.

Salah satu ciri paling mudah di kenali yaitu rasa manis yang hanya terasa pada permukaan kurma. Kurma alami justru memiliki lapisan luar yang tidak terlalu manis, sementara rasa manis terkonsentrasi pada daging buahnya saat di gigit.

Dari segi tekstur, kurma bersirup glukosa cenderung lebih lengket dan basah. Kurma alami memiliki tekstur yang lembut dan sedikit kenyal, terasa lentur saat di tekan tanpa terlalu lengket. Sementara kurma dengan tambahan gula terasa lebih lengket karena adanya lapisan gula di permukaannya.

Aroma juga menjadi indikator penting. Kurma alami memiliki aroma manis yang ringan dan lembut. Namun kurma yang mengandung sirup glukosa mungkin memiliki bau yang lebih kuat atau bahkan beraroma seperti gula karamel.

Tes Sederhana dengan Semut

Tes sederhana menggunakan semut dapat membantu mengenali kurma yang mengandung pemanis tambahan. Cara ini cukup mudah di lakukan di rumah tanpa memerlukan peralatan khusus.

Letakkan kurma di tempat terbuka pada suhu ruangan dan amati apakah semut mengerumuni buah tersebut atau tidak. Kurma alami tanpa pemanis tambahan biasanya tidak terlalu menarik perhatian semut, sedangkan kurma bersirup glukosa lebih cepat di kerumuni.

Menariknya, harga bukan jaminan kualitas dalam hal ini. Beberapa kurma dalam kemasan bermerek masih bisa menarik semut, sementara kurma yang lebih murah justru tidak. Oleh karena itu, tes semut bisa menjadi indikator awal yang cukup akurat.

Selain tes semut, konsumen juga bisa membelah kurma dan mencicipi bagian dalamnya. Jika rasa manis terasa berlapis-lapis dan kurang alami, kemungkinan besar kurma tersebut mengandung tambahan pemanis.

BPOM Pastikan Aman dengan Catatan

BPOM memastikan bahwa kurma mengandung sirup glukosa tetap aman di konsumsi selama memenuhi regulasi yang berlaku. Humas BPOM, Eka Rosmalasari, menjelaskan bahwa berdasarkan regulasi, sirup glukosa dapat di tambahkan pada buah kering termasuk kurma selama produk tersebut mendapatkan izin edar.

Meskipun demikian, BPOM mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi kesehatan serta riwayat penyakit yang di miliki. Kewaspadaan ekstra perlu di berikan khususnya bagi penderita diabetes yang harus menjaga kadar gula darahnya.

Produsen juga di wajibkan menampilkan informasi penambahan sirup glukosa secara jelas pada label kemasan produk. Transparansi ini penting agar konsumen mendapatkan informasi yang lengkap mengenai komposisi produk yang mereka beli.

Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Toto Sudargo, turut menyayangkan regulasi yang membolehkan penambahan sirup glukosa pada buah kering. Ia berharap BPOM memastikan setiap produk kurma yang mengandung sirup glukosa wajib mencantumkan informasi tersebut secara jelas di kemasan.

Dampak bagi Penderita Diabetes

Dampak sirup glukosa pada kurma perlu di waspadai oleh penderita diabetes. Prof Nuri Andarwulan mengingatkan bahwa kandungan sirup glukosa dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat di bandingkan gula alami yang terkandung dalam kurma.

Dokter spesialis penyakit dalam, dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH, menyarankan agar pengidap diabetes lebih cermat saat memilih kurma dengan membaca label kemasan secara teliti. Jika tercantum adanya sirup glukosa, sebaiknya penderita diabetes menghindarinya.

Bagi orang sehat, konsumsi kurma bersirup glukosa masih tergolong aman. Namun dr Aru menyarankan agar tidak mengonsumsi terlalu banyak, terutama jika kurmanya sangat manis. Porsi yang wajar saat berbuka puasa sekitar satu hingga tiga butir atau setara lima hingga dua puluh gram.

Dokter spesialis gizi, Johanes Chandrawinata, menambahkan bahwa kurma secara alami memang mengandung gula dalam jumlah tinggi. Satu butir kurma Medjool saja dapat mengandung sekitar 16 gram gula. Dalam 100 gram kurma tanpa biji, terdapat sekitar 65 hingga 70 gram gula.

Perbedaan Sirup Glukosa dan Gula Alami Kurma

Perbedaan antara sirup glukosa dan gula alami kurma perlu di pahami oleh konsumen. Kurma secara alami mengandung gula berupa glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Kandungan gulanya berbeda tergantung jenis kurmanya.

Sirup glukosa merupakan zat yang di buat dengan memecah molekul pati pada bahan pangan bertepung melalui proses hidrolisis. Bahan baku yang paling umum di gunakan yaitu jagung, meskipun juga bisa di buat dari kentang, jelai, singkong, maupun gandum.

Tingkat kemanisan sirup glukosa di tunjukkan oleh nilai dextrose equivalent atau DE. Semakin tinggi nilai DE, semakin tinggi pula kadar gula dan tingkat kemanisannya. Jika rasa manis sukrosa dianggap satu, maka glukosa hanya sekitar 0,7 hingga 0,75.

Meskipun kandungan gula alami kurma sudah tinggi, kurma juga kaya serat pangan dan mineral. Serat tersebut membantu memperlambat penyerapan gula dalam tubuh dibandingkan gula tambahan seperti gula pasir atau sirup. Inilah mengapa rasa manis kurma terasa tidak sekuat gula pasir.

Tips Memilih Kurma yang Aman Jelang Ramadan

Tips memilih kurma yang aman sangat penting diketahui menjelang Ramadan 2026. Permintaan kurma meningkat tajam pada bulan puasa, dan pasar dibanjiri beragam varian kurma dengan kualitas yang berbeda-beda.

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu selalu membaca label kemasan dengan teliti. Kurma murni seharusnya hanya mencantumkan satu bahan yaitu kurma itu sendiri tanpa tambahan pemanis maupun bahan pengawet sintetis.

Perhatikan juga nomor izin edar BPOM dan informasi distribusi yang jelas pada kemasan. Produk impor resmi biasanya mencantumkan kedua informasi tersebut sebagai jaminan bahwa produk sudah melewati proses pengawasan keamanan pangan.

Hindari membeli kurma curah yang tidak diketahui asal-usulnya, terutama jika dijual dengan harga jauh lebih murah dari pasaran. Sebagai langkah aman, pilih kurma dengan tekstur kenyal alami, tidak terlalu keras atau terlalu lembek, serta tidak mengeluarkan cairan berlebihan.

Kurma Tanpa Sirup Glukosa Tetap Lebih Baik

Kurma tanpa sirup glukosa tetap menjadi pilihan terbaik bagi konsumen yang menginginkan produk alami. Prof Nuri Andarwulan menjelaskan bahwa kurma tanpa pelapis sirup glukosa biasanya memiliki tekstur yang lembut dan tidak lengket.

Konsumen disarankan untuk membeli kurma di tempat penjualan yang terpercaya. Kurma alami memiliki bentuk yang lebih padat dengan sedikit kerutan pada permukaannya, sementara teksturnya terasa sedikit keras namun tetap kenyal.

Simpan kurma di wadah tertutup dan di tempat sejuk untuk menjaga kualitasnya selama bulan Ramadan. Kurma yang disimpan dengan baik dapat bertahan cukup lama tanpa memerlukan tambahan pengawet.

Masyarakat perlu menjadi konsumen cerdas dengan menerapkan prinsip cek kemasan, label, izin edar, dan tanggal kedaluwarsa sebelum membeli. Dengan lebih teliti dan memahami ciri-ciri kurma yang mengandung sirup glukosa, konsumen dapat menikmati kurma yang sehat, alami, dan aman selama menjalankan ibadah puasa.

Heboh! Produk Kurma Mengandung Sirup Glukosa

Heboh Produk Kurma Mengandung Sirup Glukosa, BPOM Bilang Gini

Foto berbagai jenis kurma yang disusun rapi

Kurma tiba-tiba menjadi pusat perhatian publik setelah beredar kabar beberapa produknya mengandung tambahan sirup glukosa. Masyarakat pun ramai bertanya-tanya tentang keamanan dan keaslian buah yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadan ini. Lalu, bagaimana sebenarnya tanggapan resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)? Artikel ini akan mengupas tuntas klarifikasi BPOM, risiko konsumsi, serta memberikan panduan praktis bagi Anda untuk memilih kurma yang aman dan berkualitas.

Kurma dan Polemik Tambahan Sirup Glukosa

Kurma, secara alami, sudah memiliki rasa manis yang khas karena kandungan fruktosa dan glukosa alaminya yang tinggi. Namun, beberapa produsen nakal justru menambahkan sirup glukosa eksternal ke dalam produk mereka. Tindakan ini biasanya mereka lakukan untuk meningkatkan berat buah, memperbaiki penampilan yang kurang bagus, atau menyamarkan kualitas kurma yang sebenarnya sudah menurun. Akibatnya, konsumen tidak hanya mendapatkan produk yang tidak murni, tetapi juga berpotensi mengonsumsi gula tambahan yang jauh lebih tinggi dari yang seharusnya.

BPOM Berikan Penjelasan Tegas Soal Kurma

Menanggapi heboh ini, BPOM akhirnya memberikan klarifikasi resmi. Badan pengawas ini menyatakan bahwa penambahan sirup glukosa pada produk kurma memang tidak lazim dan cenderung menyesatkan konsumen. Lebih lanjut, BPOM menegaskan bahwa semua produk pangan, termasuk kurma yang beredar di Indonesia, wajib memenuhi standar keamanan, mutu, dan label yang berlaku. Mereka akan melakukan pengawasan dan uji sampling terhadap produk-produk yang dicurigai. Jika terbukti melanggar, BPOM tidak segan akan menarik produk dari peredaran dan memberikan sanksi tegas kepada importir atau produsennya.

Mengapa Praktik Ini Berisiko untuk Konsumen?

Pertama-tama, konsumen berhak mendapatkan produk yang sesuai dengan label dan ekspektasi. Kurma yang diberi tambahan sirup akan memiliki kandungan gula dan kalori yang jauh lebih tinggi. Bagi penderita diabetes atau mereka yang sedang mengontrol asupan gula, hal ini tentu sangat berbahaya. Selain itu, tekstur dan rasa asli kurma akan berubah, sehingga menghilangkan keunikan dan kenikmatan alami buah tersebut. Yang paling penting, praktik ini merupakan bentuk kecurangan yang merugikan kesehatan dan hak konsumen.

Langkah Cerdas Memilih Kurma Berkualitas

Kurma yang baik dan alami biasanya memiliki ciri-ciri yang bisa Anda kenali. Oleh karena itu, perhatikanlah kulitnya; kurma alami memiliki kulit yang keriput secara alami, tidak mengkilap berlebihan atau licin seperti dilapisi minyak. Selanjutnya, periksa teksturnya; ketika ditekan, daging kurma seharusnya empuk tetapi tidak lembek atau berair. Kemudian, cicipi rasanya; manisnya harus kompleks, tidak hanya manis gula sederhana yang mendominasi. Terakhir, selalu beli dari pedagang atau merek yang terpercaya dan memiliki izin edar dari BPOM.

Kurma: Dari Sejarah Hingga Keistimewaannya

Kurma bukan sekadar buah biasa; ia memiliki sejarah panjang sebagai makanan pokok di Timur Tengah selama ribuan tahun. Menurut informasi dari Wikipedia, pohon kurma (Phoenix dactylifera) telah manusia budidayakan sejak zaman kuno. Buah ini terkenal karena daya tahannya yang tinggi di kondisi gurun dan menjadi sumber energi yang padat nutrisi. Lebih dari itu, kurma kaya akan serat, potassium, magnesium, vitamin B6, dan berbagai antioksidan. Dengan demikian, mengonsumsi kurma asli tanpa campuran justru memberikan banyak manfaat kesehatan, seperti melancarkan pencernaan dan memberikan energi tahan lama.

Peran Aktif Konsumen dalam Mengawal Pangan

Konsumen sebenarnya memiliki kekuatan besar untuk mendorong peredaran produk yang aman. Selalu luangkan waktu untuk membaca label kemasan dengan saksama sebelum membeli suatu produk. Laporkan segera jika Anda menemukan produk kurma atau produk pangan lain yang mencurigakan melalui saluran pengaduan BPOM. Dengan demikian, kita semua bisa bersama-sama menciptakan ekosistem pangan yang lebih jujur dan bertanggung jawab. Selain itu, pilihlah untuk mendukung pedagang yang transparan mengenai asal-usul produk mereka.

Masa Depan Pengawasan Produk Kurma

Insiden ini seharusnya menjadi pengingat bagi semua pihak. Di satu sisi, BPOM harus terus memperketat pengawasan di pintu masuk dan di pasar ritel. Sementara itu, para importir dan distributor harus menjunjung tinggi integritas bisnis mereka. Pada akhirnya, edukasi kepada konsumen juga harus terus berjalan agar masyarakat semakin cerdas dalam memilih. Dengan sinergi ini, diharapkan kasus penambahan sirup glukosa pada kurma tidak akan terulang lagi di masa mendatang.

Kesimpulan: Tetap Nikmati Kurma dengan Bijak

Kurma tetap menjadi buah yang sangat menyehatkan dan dianjurkan untuk dikonsumsi, asalkan kita memilih produk yang asli dan berkualitas. Jangan sampai kasus ini membuat kita menghindari kurma sama sekali, tetapi jadikanlah sebagai pelajaran untuk lebih waspada. Selalu ingat tips memilih kurma alami, perhatikan label kemasan, dan belilah dari sumber terpercaya. Dengan cara ini, Anda bisa tetap menikmati manisnya kurma tanpa rasa khawatir, sekaligus mendapatkan semua manfaat kesehatannya secara optimal.

Baca Juga:
BPOM Ungkap Obat Alam Ilegal Marak Online Picu Jantung